Ukhuwah di Malaysia (RIIL)

Malu sekali dengan nikmat yang Allah kasih, bahkan aku belum bisa kasih yang terbaik untuk Allah.

Senyum-senyum sendiri saat teringat moment ke Malaysia.

Bersama kawan-kawan solih sholihah yang takkan lalai pada Allah meskipun dalam perjalanan.

Tak lelah ingatkan “yuk sholat dulu”, “tilawahnya jangan ditinggal ya”.
Ma syaa Allah ini adalah variasi nikmat yang Allah kasih 🤗

Dengan segala ketidak tahuanku Malaysia menyajikan banyak hal yang belum pernah aku temui sebelumnya. Wah.. Malaysia Benar2 atmosfer baru untukku.

Bertemu dengan orang baru dan dengan kepribadian masing2 yang berbeda membuat perjalanan kami begitu istimewa.

Kak Elmo Juanara. Ketua kami di Armada, yang tak pernah terlihat sedikitpun lelah wajahnya. Padahal jobdesk beliau sangat lebih padat dibanding diriku sendiri.
Malu rasanya pasang wajah lelah didepan beliau, tapi apa daya.. Rasa kantukku benar2 tak bisa di manipulasi.
Faiz dan Zahra. Pasangan suami isteri yang paling romantis 😍. Yang selalu sigap buat take scene dan paling sigap buat touch-up 😂
Mas Anto. Yang paling gerak cepat kalo Ada spot bagus 😅.
Yang sering nyuruh on time take baik di group maupun di lokasi 😀
Laras. Administrasi yang paling cepat ambil tindakan saat di suruh ini itu sama pak ketua. Dan yang suka mendewasakan diri 😅
Mas Adit. Ketua MITI yang ma syaa Allah sekali. Dan jadi lawan mainku yang tak terduga 😂.
Gak nyangka juga ketemu beliau karna selama ini cuma cukup tahu aja tentang MITI.
Beliau juga merupan sahabat karib dari ketua ARMADA kami Kak Elmo. Yang sering keluar negri bersama.
Mas Kholil. Yang paling tahu jika ditanyai tentang Malaysia. Semua pertanyaan langsung dilahap 😅. Aku rasa akh kholil ini paling cocok jadi tour guide. Sosialisasinya sangat baik, jadi gak heran kalo team ARMADA khususnya ikhwan mudah sekali dekat dengan akh kholil ini.
Ma syaa Allah mereka bener2 menjadi energi positif ku untuk menjadi insan lebih baik lagi. Dan setiap impian pasti akan kau raih 😉💕.
Sungguh beruntungnya aku bertemu orang2 hebat seperti mereka 😍😍
Kami tinggal di asrama IIUM (International islamic university Malaysia). Dan disana disediakan kamar untuk musafir seperti kami, dan jangan salah kamarnya ma syaa Allah banyak. Jadi bisa leluasa saat istirahat 😂😂
Hujan di Malaysia menambah perjalanan kami makin romantis, harus menunda take karna banyak orang yang meneduh di lokasi takenya.
Sampai bertemu dengan orang asing “arabian” kalau tidak salah. Dia tidak bisa membeli minuman yang ada di mesin dekat KRT karna ada kode sold out nya. Zahra berusaha memberi tahu. Akhirnya dia pergi dan kembali lagi, tak mau lelah diapun mencoba lagi. Dan failed 😅. Dengan kesalahan yang sama.
Aku gemas. Akhirnya aku dan Zahra menghampiri orang asing tersebut, berusaha memakai bahasa Inggris sekuat tenaga, sampai mempraktikkan melipat jempol dan ibu jari melingkar hingga menyerupai lingkaran. Ya itu kode yang bisa di klik alias minuman yang masih ready stock.
Ternyata orang asing ini bisa bahasa melayu. Ya Allah gemasnya saat itu, gemas agak kesal 😅. Kenapa tidak dari tadi pake bahasa melayu batinku 😂.
Malaysia benar-benar membuatku semakin tahu. Berpindah tempat itu perlu.
Untuk upgrade diri dan makin bersyukur atas pengalaman yang luar biasa.
Terimakasih ya Allah telah memberi sepenggal pengalaman yang harus aku pelajari untuk sekarang, esok dan nanti. 🙌❤❤❤
Penulis Widi Nur Astuti
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *