Portable Aquity

PORTABLE AQUITY

oleh Elmo Juanara, ST
Bagaimana dengan makna dari sebuah kemampuan yang bisa dibawa kemana-mana dan
berguna untuk orang lain. Suatu ketika, disore hari dalam sebuah majelis ilmu di mushola
rindang FT UB terdapat sebuah kajian rutin yang diadakan oleh forum silaturahim lembaga
rohis. Seorang pembicara dari kajian tersebut adalah seorang dosen, beliau seorang
alumni dari Queensland University of Technology di Australia. Sepanjang beliau
menyampaikan materi, beliau banyak bercerita mengenai mukjizat atau keutamaan dari
istighfar yang membantu beliau dalam menyelesaikan studynya.
Coba teman – teman bayangkan. Pukul 12 malam adalah batas waktu pengumpulan ide
proposal disertasi sedangkan hingga pukul 9 malam, sang dosen tersebut masih belum
menemukan selintas ide pun. Tapi tiba – tiba beliau teringat akan sebuah kisah dari Imam
Hanafi dan ulama-ulama besar Islam akan keuatamaan dari sebuah istighfar. Dilakukanlah
Istighfar. Beliau merenung sambil duduk di depan komputer, sambil menundukkan kepala
sembari berdzikir. Ajaibnya mendekati H min beberapa menit, di menit – menit terakhir
waktu pengumpulan, tiba – tiba terlintas sebuah ide jernih yang menjadi bahan disertasi
beliau. Dan dari ide itulah disertasi dikembangkan, kemudian beliau menyelesaikan
disertasi PhD-nya di Queesnland University of Technology. Dan masih banyak cerita dari
beliau lagi saat mengisi kajian yang membuat saya tergugah untuk menapaki Islam lebih
dalam.
Oiya teman – teman, berbicara tentang Islam, saya teringat seorang syaikh, Hasan al
Banna, bahwasanya kita sebagai seorang muslim, minimal harus memiliki suatu keahlian
yang itu menjadi ciri khas dan senjata kita. dengan memiliki keahlian maka seorang
muslim akan memiliki izzah atau harga diri di mata manusia lainnya. Dan dengan keahlian
juga, seorang muslim dapat bermanfaat bagi orang lain.
Misalnya di rumah saya ada seorang arsitek muslim yang sebutnya saja namanya Ustadz
Yasin. Beliau seorang aktivis dakwah Haraki. Segala aktifitas hariannya adalah terkait
dengan dakwah. Tapi tahukah teman – teman. Beliau adalah seorang arsitek, insinyur
yang pandai sekali membangun rumah, salah satunya masjid Daarul ‘Uluum dekat rumah.
Renovasi masjid didesain langsung oleh Ustadz Yasin tanpa melibatkan arsitek dari luar.
Sehingga lebih minim biaya. Itu adalah satu keahlian muslim yang dapat digunakan dalam
masyarakat luas. Kamu ? Apakah kamu sudah menemukan keahlianmu ?
Beberapa puluh tahun yang lalu, di sebuah kota di Kairo Mesir, ada seorang Al Muhandis
atau engineer yg sangat ditakuti oleh yahudi atau musuh Islam. Beliau adalah salah satu
dari anggota gerakan Islam yang gerak-geriknya mulai dicurigai oleh para pembenci islam.
Beliau adalah orang yang berbahaya, karena beliau adalah orang yang memiliki racikan
alat atau benda yang dapat menghancurkan markas musuh. Berbekal pemahaman dasar
terkait keelektrikan dalam bidang elektro, beliau dapat merakit bom untuk melawan musuh
– musuh Islam. Keberadaannya sangat sulit diketahui. Para musuh Islam mencari beliau,
tetapi ketika dicari, beliau sudah berpindah ke tempat lain. Seperti spy. Hingga pada saat
pembunuhannya pun tidak bisa dibunuh secara langsung. Beliau dikhianati oleh seorang
pamannya melalui sebuah telepon, yang mana telfonnya itu berisi bahan peledak yang
meledak pada saat itu. Teman – teman tahu siapa nama Al Muhandits itu ? Yap! Yahya
Ayyas, atau al muhandis (engineer).
Sidang pembaca yg budiman, apapun profesi kita, apapun latar belakang kita, dimanapun
kita tinggal, kita adalah dai sebelum profesi lainnya. Nahnu dua’t qabla kulli syaiin. Menjadi
seorang muslim di abad 21 ini, haruslah bermetamorfosa menjadi seorang muslim yang
bisa di ‘eksploitasi’. Atau dalam bahasa saya adalah portable muslim equity. Maksudnya
adalah bahwa muslim harus mempunyai kemampuan yang bisa dibawa kemanapun,
seperti teman – teman membawa power bank kemana-mana. Dan power bank itu akan
berguna sebagi charge untuk teman – teman ataupun yang lain.
Milikilah kemampuan portable equity. Dengan demikian keberadaan kita akan bermanfaat
dimanapun kita berada. Dengan demikian akan banyak orang yang terbantu dengan
kemampuan kita. Sungguh, kita diciptakan di bumi ini untuk menjadi khalifah. Khalifah erat
kaitannya dengan pemimpin, dan pemimpin erat kaitannya dengan melayani masyarakat.
Temukan keahlianmu dan dedikasikan diri untuk umat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *