Menjaga Pandangan Adalah Bagian Daripada Hijrahnya Pemuda Saat Ini

 

Menjaga Pandangan Adalah Bagian Daripada

Hijrahnya Pemuda Saat Ini

 

Pada dasarnya hijrah memiliki arti meninggalkan suatu negeri yang tidak begitu aman menuju negeri lain yang lebih aman, demi keselamatan dalam menjalan agama. Namun dengan semakin berkembangnya zaman, berkembang pula makna dari kata hijrah itu sendiri.

Saat ini hijrah memiliki banyak makna yang luas, salah satunya adalah cara memperbaiki diri dalam menjadi pribadi yang lebih baik atau langkah yang ditempuh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Adapun yang dapat dilakukan bagi mereka yang hendak berhijrah adalah dengan cara menahan pandangan.

Bagi orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka sudah seharusnya mereka menjaga pandangannya dari hal-hal yang dilarang. Hal ini dikarenakan dari pandanganlah kemaksiatan itu akan bermuncul. Allah SWT berfirman bahwa :

وَلَاتَقْرَبُوالزِّنَى

 

Pada hakikatnya ayat tersebut menegaskan bahwa untuk mendekatinya saja merupakan keharaman. Hal ini dikarenakan merujuk pada perbuatan zina itu sendiri yaitu “hal yang mengantarkan kepada keharaman adalah haram”. Lalu apa yang dimaksud dengan mendekati zina ?

Maksud dari ayat tersebut adalah segala sesuatu yang mampu mendekatkan diri hingga terjerumusnya seseorang kepada perbuatan zina. Dalam hal ini adalah bermula pada pandangan yang digunakan untuk melihat, lalu turun ke anggota badan lainnya seperti tangan dan kaki, dan tak luput hati ang merindu hingga sampai kepada perbuatan zina tersebut.

 

Oleh karena itu, menahan pandangan bagi orang yang hendak berhijrah adalah suatu keharusan. Ketahuilah bahwa pandangan merupakan salah satu sarana pengingat bagi otak sehingga hal tersebut dapat mengganggu kekhusu’an ataupun dapat bermanfaat baginya tergantung apa yang ia pandang.

 

Dengan demikian, Bagi para muhajir yang hendak berhijrah dari segala bentuk pandangan yang dilarang, satu-satunya jalan adalah dengan menahan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan dan membiasakan diri untuk memandang hal-hal yang bermanfaat. Ketahuilah pula bahwa matamu akan menjadi saksimu di akhirat. Wallahu a’lam.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *