Kisah Maimun bin Marwan Tentang Menahan Amarah

Kisah Maimun bin Marwan Tentang Menahan Amarah

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa seorang budak datang kepada Maimun bin Marwan dengan membawa hidangan yang berkuah. Tiba-tiba sang budak tergelincir dan menumpahkan hidangan tersebut ke tubuh Maimun bin Marwan. Lantaran hal tersebut, Maimun bin Marwan pun marah, namun sang budak terlebih dahulu berkata “Wahai tuanku, ingatkah engkau dengan firman Allah SWT yang berbunyi :

وَالكَاظِمِينَ الغَيْظَ

Artinya :
“Dan mereka yang mampu menahan amarahnya”

Budak tersebut melanjutkan ucapannya “apakah engkau telah melaksanakan firman Allah SWT tersebut wahai tuan ?”
Dijawab oleh Maimun bin Marwan “Ya, aku telah melaksanakannya”.
Lantas budak tersebut berkata “bagaimana dengan kelanjutan firman-Nya wahai tuan ?”
Maka Maimun bin Marwan berkata :

وَالعَافِيْن عَنِ النَّاسِ
Artinya :
“Dan orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain”

Lantas budak tersebut berkata untuk yang kedua kalinya “apakah engkau telah melaksanakannya wahai tuan ?”
Maimun bin Marwan menjawab “Ya, aku telah memaafkanmu”.
Lalu budak tersebut berkata “bagaimana dengan kelanjutan firman tersebut wahai tuan ?”

وَاللَّهُ يُحِبُّ المُحْسِنِيْنَ
Artinya :
“Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang berbuat baik”.

Lantas budak tersebut berkata untuk yang ketiga kalinya “apakah engkau telah melaksanakannya wahai tuan ?”
Maka Maimun bin Marwan pun berkata “Mulai saat ini engkau aku bebaskan (merdeka) karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Mengenai kisah Maimun bin Marwan tersebut menunjukkan bahwa menahan amarah itu penting bagi seorang mukmin. Namun dalam kisah ini kita tidak hanya dianjurkan untuk menahan amarah saja, melainkan dia pun harus memaafkan dan berbuat baik terhadap orang tersebut. Begitulah islam mengajarkan kepada ummatnya bagaimana cara berbuat baik (ihsan) terhadap orang lain bahkan terhadap mereka yang telah menyakiti hati kita.

Disarikan dari kitab Tanbihul Ghafilin karya Al-Imam Abu Laits As-Samarqandi

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *