Kenangan Menara Masjid

Repost Rahadian D Tio-Melihat menara masjid jadi teringat sebuah artikel menarik dibawah ini
.
.
– Dibelakang Rasulullah ada 9 dari 10 sahabat yang dijamin surga dan mereka tidaklah kaya, tapi konglomerat.
– Saingan atau musuh Nabi saat itu adalah 2 negara besar, Romawi & Persia.
– Saat jumlah sahabat Nabi hanya ± 50 orang, Beliau mengatakan bahwa kedua negara itu nanti akan tunduk kepada Islam.
– Nabi mengatakan saat itu dalam kondisi hanya didukung sedikit saja sahabat, akan tetapi memiliki kualitas mampu mengalahkan 2 negara besar dengan potensinya.
– Saat ini di negeri ini sedang mengalami perampokan uang lewat sistem moneter. Sehingga yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.
– Inilah jahatnya sistem ekonomi syetan.
– Menjadi pengusaha itu tidak perlu ijazah atau gaji tinggi. Yang diperlukan hanya tidak tau dan berani (beresiko).
– Merubah mindset dari sosial – pendidikan menjadi mindset pengusaha. Dalam bisnis tidak mudah, tapi tak ada yang sulit.
– Perkataan Umar bin Khattab berikut ini dalam mengubah pola pikir menjadi pengusaha : – Aku melihat orang² asing mulai banyak menguasai perdagangan, sementara kalian meninggalkannya. Karena telah menjadi penguasa di daerah dan mendapat ghonimah.
– Janganlah kalian tinggalkan perdagangan nanti laki² kalian bergantung pada laki² mereka dan wanita² kalian bergantung pada wanita mereka.
.
.
*Inilah : the winning mindset*
– Orang kaya dan miskin itu punya kosakata masing-masing. Dan apa yang keluar dari pikirannya / perkataannya sesuai dengan mindset nya.
– Orang bermindset kaya, meski santai tetap akan jadi kaya. Orang miskin, meski bekerja keras, juga tetap akan miskin.
– Beda orang ga punya uang dengan orang miskin. Orang ga punya uang itu cuma sementara, dan orang miskin itu selamanya.
– Lebih bagus kaya raya tapi zuhud dari pada orang miskin tapi hubbud dunya.
– Tugas kita membangun mindset pengusaha setinggi-tingginya.
– Tidak pernah hidup di bawah garis kemampuan, tetapi tetap up grade hingga selalu di atas kemampuan.
– Bahagia itu diberikan Alloh kepada orang tanpa melihat miskin atau kaya.
– Melihat uang itu dengan pikiran, kalau dilihat sama mata ga akan kelihatan. Yang melihat dengan mata itu tergolong orang miskin.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *