Hijrah Ku

Hijrah Ku

Assalamualaikum wr wb
Semoga ceritaku ini bermanfaat dan menjadi semangat buat teman-teman yang ingin berhijrah.

Hijrah itu mudah, yang sulit adalah ISTIQOMAH.

Mungkin rasanya malu untuk bercerita, tapi aku berniat supaya anak muda zaman sekarang bisa mengerti HARAMNYA BERPACARAN.

Awal aku berhijrah karena orang terdekat ingin menolongku dari zina. Siapa yang tidak bangga dulu bisa berpacaran dan berlomba lomba mencari yang tajir? Atau tampang cakep yang bisa di bawa kemana mana (itu pacar apa barang? 😂), lambat laun udah gak milih-milih lagi nih, yang nembak duluan yang di terima (semacam lelang, siapa cepat dia dapat).

Yang pada akhirnya tahun 2014 aku dipertemukan dengan seseorang yang sangat aku cintai selama 2 tahun tanpa pacaran (ini udah kenal kata taaruf, kenal doang lho…). Kita makan bareng, jalan bareng, intinya seneng-seneng bareng (ngabisin gaji).
Sejujurnya hubungan kita tidak disetujui dengan keluarga laki-laki karena perbedaan suku, akhirnya kita jaga jarak. Tapi, karena namanya cinta buta, ujung-ujungnya kita balikan juga. Tahun 2015, aku resign dan jadilah kita beda kantor. Walaupun beda kantor, kita masih saja ketemu (gak bisa nahan rindu ceritanya hehe), terus seperti itu.

Dan pada suatu hari, aku di telepon ibunya dan bilang “Fulanah kamu serius dengan Fulan?”, suaranya lantang tegas dan buat aku terhentak kaget. Aku hanya bisa berlinang air mata dan bilang “Iya bu.”
“Ibu setuju karena saat ini fulan sakit dan tidak mau di jodohkan. Tapi tunggu fulan dan kamu lulus kuliah 3 tahun dulu. Jadi ibu mau tahu seberapa setianya kamu,” suara itu berubah menjadi lembut. Di telepon aku hanya bisa mengeluarkan air mata dan menyanggupi dengan apa yang di minta (merasa doanya selama ini dikabulkan).

Selang beberapa hari, di kantorku ada yang memberi penjelasan tentang taaruf dan haramnya pacaran. Dan rame lah satu divisi. “Fulanah tuh stad, masa taaruf 3 tahun,” celetuk anak anak. Aku hanya terdiam malu.

” Iya stad, tapi kan aku gak pacaran,” dengan polosnya aku menjawab.

“Fulanah, kamu gak pacaran gak ketemuan tapi telfonan?” tanya ustad kepadaku. Aku hanya mengangguk. “Sama saja kamu berzina.” Aku semakin gak ngerti.

“Zina itu bukan bersetubuh aja, kamu bilang sayang atau cinta, gombal gombalan, janji gak akan pergi, terus mikirin dia setiap saat, terus kamu mikirin ALLAH gak?” Ustad menjelaskan padaku.

Aku hanya mengernyitkan dahi.
“Allah itu maha pencemburu, dia yang menciptakan kamu dia yang ngasih kamu rezeki dia juga yang tiada hentinya memaafkan kamu kalo kamu banyak dosa, tapi kamu gak pernah meminta gak pernah memuji Allah. Kamu yakin dia jodoh kamu dunia akhirat? Kamu yakin 3 tahun itu adalah waktu yang Allah janjikan buat menikah?”
Aku mulai mengerti dan terdiam menunduk.

Waktu itulah dimana aku berperang dengan diri sendiri. Di saat semua doaku terkabul dan kedua belah pihak keluarga setuju, aku harus melepas dia karena Allah. Entah angin apa yang membuat aku berani. Aku melakukan karena aku sayang dengannya, aku tidak ingin zina ini berlanjut. Setelah kuberanikan semuanya, jujur memang serasa kiamat kecil. Yang gak bisa ku jalani. Tapi ALLAH maha adil, lagi-lagi Allah kembali membangunkan aku yg sedang terjatuh, bersama teman-teman yang sholeh dan sholehah, di bawalah aku ke lingkungan yang mengerti Islam.

Banyak belajar banyak mencari tahu, lambat laun Allah lagi-lagi mengabulkan doaku untuk menghapus pelan-pelan semuanya dan di tata sebaik-baiknya..

Alhamdulilah sampai sekarang masih baik hubunganku dengannya, hanya saja aku menanggapinya sebagai teman baik.

Sekali lagi prosesnya gak cepat, setahun lebih berperang terus dengan hati yang nangis sakit, dan kerjaan berantakan. Tapi memang, lagi-lagi pilihan. Carilah lingkungan yang bisa men-charge hati dan iman kita, sekarang tinggal menjaga hatinya buat sang calon nanti..

Modalnya niat, nekat dan tekad. Kalo udah karena ALLAH pasti bisa.

‌BERANI HIJRAH ?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *