Dari Remaja Masjid ke Negera Sakura

Assalamualaikum wr wb

Alhamdulillah atas segala nikmat dan kesempatan yang Allah berikan kepda kita. Sehingga dapat di perkenankan untuk merasa ibadah di bulan Ramadhan. Semoga kita dapat memaksimalkan ramadhan tahun ini. Kemudian juga sholawat serta salam. terhaturkan kepada Rasulullah saw. beserta keluarga dan para sahabat2nya. tidak ada generasi terbaik setelah generasi sahabat. oleh karena itu, sebaik2 panutat dan contoh yaitu Rasulllah dan para sahabat. terkadang kita di tengah zaman medsos spt ini mudah sekali mengatakan wah orang itu hebat, dia panutanqu.

padahal, baiknya, segala panutan kembali kepada Rasulullah dan para sahabatnya. adapaun kalau kita melihat orang yang kita kagumi, cukup menjadikan teladan saja, dan menjadikan sebenar benarnya panutan yaitu Rasulullah dan para sahabat. dan semoga dari sharing semakin menambah rasa syukur dan takut kita kepada Allah SWT. Tema sore ini yaitu Dari Remaja Masjid ke Negeri Sakura. sebelum lebih dalam, saya ingin mengelaborasi dulu terkait dengan Remaja dan Masjid. ini dua kata yang powerful. bagi saya khususnya, dari dua kata ini yang membuat saya berani melihat dunia yang lebih luas, dan berani untuk mendobrak mental block saat itu. dapat disimpulkan, semuanya berasal dari 2 kata tsb.

Di awal saya ingin menyampaikan sebuah hadist riwayat Ar. Tirmidzi

kita bisa lihat, dari hadist tersebut, tidak akan beranjak kaki seorang hamba di hari kiamat, sebelum ia di tanya tentang, umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya, tentang hartanya, dan tentang tubuhnya. terkait dengan umur, ini erat kaitannya dengan masa muda kita. untuk apa masa muda kita, kita gunakna? anak muda banyak main, bandel, pecicilan, dsb itu biasa. itu lumrah, tetapi kalau ada anak muda yang rajin ngaji, serius belajarnya, aktif meningkatkan softskill dsb itu baru luar biasa. karena begini, di tengah banyak godaan, tetapi pemuda tsb tetap ingin berada di koridor yang tepat itu sebuah jihad. itu sebuah kesungguhan dan mungkin tidak banyak sampai kesana ibarat perumpaan ikan, ikan itu hidup di laut, laut rasanya asin bukan? tetapi kenapa daging ikan tidak asin? ya kira2 begitu contohnya pemuda yang spt ikan itu luar biasa. ia tetap mempunyai azzam dan iltizam dalam agamanya. ia mau menjadikan dirinya insan yang bermanfaat untuk agama dan bangsa. dan yg spt ini tidak banyak dan yg spt ini tentu tidak lahir dari sembarang tempat bukan? mari kita lihat sahabat. sahabat2 yg hebat spt itu tidak lahir dari pembinaan yg abal2 tetapi yg sistematis dan langsung dari nabi. pemuda yang akan berperan besar ke depannya juga akan lahir dari tempat terbaik. menurut saya, tempat itu, (selain sekolah), yang paling utama itu masjid. jadilah ia remaja masjid, ada hadist yang sangat memotivasi kita semua, untuk sennatiasa berikhtiyar menjadi pemuda macam itu. pada nanti di padang mahsyar, saat tidak ada naungan selain naungan dari Allah SWT.

Ada 7 golongan yang Allah beri kesejukkan dalam naungannya. salah satunya yaitu pemuda yang tumbuh dalam ketaatan yang hati selalu terpaut kepada masjid nah itu motivasi sekali. motivasi yg saya dapatkan semenjak mengikuti pesanteren kilat di masjid daarul uluum jatikramat saat kelas 2 SMP. in syaa Allah sampai sekarang masih membekas dan semoga senantiasa menjadi amunisi untuk memicu semangat lagi, in syaa Allah. karena godaan senantiasa menghantui para pemuda, sehingga kita perlu komunitas terbaik, yang akan senantiasa menjaga kita. lagi2 saya masih meyakini, bahwa masjid adalah tempat terbaik untuk melahirkan pemuda2 terbaik. menjadi remaja masjid, kita di dorong untuk senantiasa menjadi pemuda yang dekat dengan al quran. Al quran ini merupakan senjata, yang mungkin di takutkan oleh musuh2 Islam. mereka senantiasa berupaya menjauhkan para pemuda dari al quran. maka, wabilkhusus di bulan Ramadhan ini, marilah kita semain dekat dengan Al Quran.

berbcara seorang pemuda hasil gemblengan pendidikan Islam, yaitu tokoh yang sangat kita kenal. Muhammad Al Fatih, sewaktu saya tuntaskan buku Muhammad Al Fatih 1453, banyak sekali insight di dapat. khususnya bagaiaman seorang Muhammad Al Fatih itu disiapkan, tidak sekonyong-konyong lansung muncul. tidak sekonyong-konyong lansung muncul, tetapi dipersiapkan dari kecil diperkuat aqidahnya dengan Al Quran. Diajarkan cara berperang, di ajarkan ilmu matematika, astronomi dsb. sehingga ketika saatnya memimpin pasukan, sudah matang. nah begitu juga dengan remaja saat ini, tempat terbaik saat ini untuk mendapat pembinaan terbaik yaitu masjid.

selanjutnya yaitu negeri sakura, berbicara negeri sakura, maka kita berbicara tentang mimpi. khususnya bagi saya. tmn2 yg sudah lihat video sblmyna sudah faham pasti, sejak kapan saja memulai mimpi untuk menginjakkan kaki dinegeri sakura. dulu, bermimpi bagi saya itu ibarat  hal yang berat. karena konsekuensi tertawaan dari tmn2 itu berat kalau tidak tercapai. tetapi setelah banyak termotivasi dgn pemuda2 Islam di luar sana. apalagi setelah selesai menonton video mas Danang. semakin tinggi lagi keberanian untuk bermimpi lebih. bermimpi baiknya dituliskan maka saya coba tuliskan dan ikhtiyarkan. tidak cepat, ada proses, yg berat dan sangat butuh kesabaran. dan biidznillah, Allah berikan karunia-Nya. saat itu, saya sangat yakin akan perkataan dari Sahabat Ali bin Abi Thalib. tentang makna sebuah proses dan kesabaran. “Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani),yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit” -Ali bin Abi Thalib-. itu dulu sementara, sudah maghrib, break dulu ya sebentar, nanti saya lanjut sedikit lagi.

Kenapa pilih Jepang? Karena dari kecil sudah banyak ngikutin story dari budaya dan lingkungannya. Apalagi kita melihat pembelajaran kehidupan dan semangat berjuangnya. Kira2 gitu, nah setelah ditelusuri apa saja ya cara biar ke jepang. ternyata mostly dari jalurnya yaitu akademik. pilihannya kalau ga akademik ya turis. turis ga mungkin bagi mahasiswa dulu karena mahal sekali. jadilah alternatifnya akademik. akademik pilihannya juga sulit2, studi lanjut, exchange, conference, paling mudah ini conference. alhasil pertama kali dari jalur conference ini. saya yang dulu nya d kampus S1 dari maba sampai menjelang mala itu hanya aktif di organisasi. akhirnya mulai mikir juga untuk bidang kompetensi diri. apalgi hal ini diperkuat setelah membaca tulisannya mas Yorga Permana. mantan presiden BEM KM ITB. yang akhir insyaf dan ingin belajar. belajar lebih menggali kompetensi keilmuannya. judul tulisannya waktu itu Keasmaraan dengan Ilmu Pengetahuan. luar biasa tulisan itu. saya melihat masnya itu bisa sampai ke Innovation Sciences TU Eindhoven Belanda. sekarang updatenya beliau lg ngejar PhD di London School of Economics. nah dari motivasi2 itu akhirnya memberanikan diri. untuk semakin mengasah skill. agar tangan ini semakin dapat bermanfaat lebih luas lagi. Terakhir. sekarang sedang musim semi di Jepang. musim semi menandakan berakhirnya musim dingin dan datangnya ke hangatan di musim ini. masyarakat Jepang sering mengenalnya dengan Hanami. Hanami 花見, arinya = melihat bunga tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. ini momen yg langka. setahun sekali dan bungan sakura ini tidak terus menerus mekar. mungkin hanya sekitar 2 pekan saja, setelah itu gugur. maka dari itu kedatangannya selalu di nanti2 maka dari itu kedatangannya selalu di nanti2 Begitu juga dengan  Pemuda, yang juga selalu ditunggu-tunggu kontribusinya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WhatsApp Us :)