Bagaimana Menjaga dan mengelolah lingkungan dalam kehidupan

Lets Make The World Green Again

seperti yang kita tahu, secara langsung melalui Alquran kita mempunyai beberapa hal yang harus kita lakukan sebagai insan di dunia. Salah satunya, kita dituntut untuk berbuat baik kepada orang lain, serta untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi, karena Allah ga suka sama orang2 yang berbuat kerusakan.

Sekarang, apa bedanya, sampah dan limbah? kalo menurut UU No.18. Gampangnya, sampah tuh sisa kegiatan manusia atau proses alam, bisa organik, bisa anorganik, dan yang pasti ga dipake lagi. nah kalo limbah, menurut UU No. 32. Simple banget, yaitu sisa suatu usaha, atau kegiatan manusia. gini, walaupun masih banyak definisi dari para ahli, intinya yang saya tangkep selama ini, sampah tu biasanya skala kecil, limbah skala besar. Sampah identik dengan hasil kegiatan rumah tangga limbah identik dengan industry. karna sampah lebih dekat dengan kita, masyarakat, dan biasanya kita lah produsen sampah itu sendiri.

Berikut fakta fakta sampah di Indonesia.

Indonesia salah satu penghasil sampah plastik terbanyak. dan tau ga temen2? sampah yang kita hasilkan selama sehari itu, kalo dikumpulin se Indonesia, bisa nutupin 4x lapangan sepak bola, ngeri ya? Terus, di Bantar Gebang, udah nampung sebanyak 7000 ton, wicis (gaya anak jaksel dikit wkwk) udah 110 hektar, gokss! dan di gambar juga dijelasin berapa banyak jenis sampah yang dihasilkan oleh seseorang rata2 per harinya, dimana sampah organik paling banyak. Jadi sampah makanan, sisa sisa dapur, dan lain-lain menjadi penyumbang hasil sampah terbanyak di Indonesia. Walaupun, sebenernya itu cenderung bisa di olah lagi. Tapi jangan salah,  sampah plastik yang cuma 14% itu bisa mengotori laut kita sebanyak 3,2 juta ton, parah banget kita ya? ckck semoga saya temen2 peserta youth talks bukan salah satunya ya hehe

Nah sekarang dampaknya, sebenernya dampak sampah tu buat kita apa sih? apa jangan2 ada sampah kita bisa tetep hidup enak seperti biasanya? 

Beberapa dari sekian banyak dampak sampah buat kita. bahkan kalo mau lebih luas lagi, bisa membuat ekonomi jadi menurun juga. Di kesehatan, sampah yang sudah bertumpuk banyak, bisa menjadi limbah, dan limbah ini bisa menjadi limbah B3. B3 tu apa? Bahan Berbahaya dan Beracun. Naah kebayang kan? sampah yang kita hasilkan ternyata bisa jadi racun buat kita. Pernah ada case, di Mojo, Jawa Timur kalo saya tidak salah, ada 3 anak diungsikan karena dapat paparan dari racun ini belum lagi baunya yakan. Di desa ini baunya sudah sampe ke membuat mata perih, mual2, sampe kembung dan sebagainya. Ini menyebabkan 3 anak ini sesak napas, dan harus dipindahkan dari desa tersebut. Ngeri ya? jangan karna kecerobohan kita, hal ini terjadi di linkungan kita, naudzubillahmindzalik. Nah untuk lingkungan juga sama, cairan sampah ini membuat tanah menjadi ngga berkualitas. Terus setuju tadi sama salah satu jawaban temen2, gas metan yang dihasilkan oleh sampah, berpengaruh pada pemanasan global dan tentu, seperti yang sering kita alami, banjir. Banjir, salah satu teguran buat kita yang masih ga concern sama sampah. Jangan sampe kita harus menunggu teguran2 lain, seperti bau, dsb nya, untuk menyadarkan kita yaa. Belum lagi ga cuma kita, hewan2, tumbuhan2 yang juga berhak untuk hidup, jadi terzalimi gara2 manusia. Kasian ya, ya mudah2an kita bukan salah satunya yaa. Terus ada yang menarik nih, dari aspek ekonomi. Sebenernya, kerugian dari sisi kesehatan dan lingkungan, berpengaruh terhadap ekonomi contoh kecilnya aja, kalo kita sakit gara2 sampah, kita jadi ga produktif yaga? atau ga banjir, bikin banyak kerugian buat kita dan sekitar. Pernah baca kan, banjir kemaren, gubernur DKI sampe dituntut karna banyaknya kerugian yang dihasilkan. padahal ini yaa gara2 kita juga. Terus di beberapa tempat wisata, pesisir khususnya, kalo disana udah banyak sampah, kemungkinan besar bakal menurunkan wisatawan yang berkunjung. Jangan sampe lah ya, gara2 kita buang sampah, kita merugikan pedagang yang ada disana, tukang parkir, dsbnya, bahkan menurunkan pemasukan negara. Walaupun jauh, tapi ternyata, sampah2 di pesisir ini, bermula dari masyarakat2 yang hidupnya jauh dari pesisir. masyarakat kota bisa jadi salah satu penyumbang sampah yang ada di pesisir.

Kadang kita kaya gampang bilang, “ahelah satu sedotan yang gue buang, gabakal ngaruh apa2 kayanya” gitu ya. tapi coba banyagin kalo 267 juta warga indonesia yang ngomong kek gini, berapa juta ton sedotan yang kita temuin nanti yakan? kantong kresek yang kita pake aja, itu paling cepet loh terurainya, dan paling cepetnya 15 tahun, kebayang kan? Apalagi sterofoam nasi uduk yang sering kita beli, beeh data ini bilang kalo itu gabisa diuraikan, jadi kalo bisa jangan pake ini ya temen2, bisa bawa tempat makan sendiri usahakan ๐Ÿ™‚ nah selama ini saya dan mungkin beberapa temen2 bingung kan sebenernya sampah ini mau dibawa kemana sih yaga. bahkan kita rela bayar tukang sampah buat ngeberesin sampah2 rumah yang kita hasilkan. Nah ada beberapa step awal nih temen2. kita bisa menghabiskan makanan (pun mubazir juga dilarang, itung2 pahala yakan) atau menghindari penggunaan barang yang cuma sekali pake, boleh sih make sampah plastik tapi jangan hanya untuk sekali pake. Memilih produk dengan ukuran besar sebisa mungkin. Selain itungan totalnya bisa jadi lebih murah, dampak jumlah sampah yang dihasilkan juga tidak menjadi banyak dan satu lagi, daur ulang, mungkin pernah dipelajari dulu pas masih sekolah yakan, nanti akan saya singgung sedikit nah terus ada cara pemilahan sampah berdasarkan bentuknya:

ada yang gampang membusuk, ada yang engga, yang membusuk, salah satunya bisa kita komposkan, karena kompos bisa jadi manfaat, yang sulit/tidak membusuk salah satu caranya bisa kita jual atau sumbangkan. Tapi sebisa mungkin kita reuse dulu yakan, dimanfaatkan untuk sesuatu agar tidak menjadi tumpukan di pusta tempat pengelolaan sampah karena sejauh ini, tempat pengelolaan sampah masih belum bisa memberdayakan sampah2 itu dengan baik.

Ini ada 6 cara untuk mengurangi dampak, serta menjaga lingkungan kita. gunakan energi terbarukan, terbilang agak muluk2 dan cenderung mahal, cuma bagi yang bisa melakukan, sangat disarankan. Tadi sempet temen2 singgung juga, gunakan air seefektif mungkin, untuk menjaga kestabilan pasokan air di bumi, karena bukan berarti air ini tidak dapat habis, banyak daerah di Indonesia yang sekarang sedang mengalami kesulitan air. Untuk mengurangi polusi, dan hemat bahan bakar, temen2 bisa menggunakan transportasi umum dan ramah lingkungan seperti sepeda. Ke warung2 deket rumah atau yang jaraknya ga terlalu jauh gausah pake motor lah ya, bisa jalan kaki dan sepedaan, itung2 menjaga Kesehatan. Hemat energi juga, sekarang banyak alat2 listrik yang lebih ramah lingkungan, mungkin sedikit pricey, cuma banyak yang secara itungan finansial bisa lebih murah dari perhitungan konsumsi listrik, dan sebagainya. yang jelas, kaya lampu, tv, ac jangan lupa dimatikan jika tidak sedang digunakan yaa. Hidup sesederhana mungkin, jangan dikit2 konsumsi listrik, plastik, dsbnya. usahakan juga untuk mempunyai tanaman, dan ikut program2 penghijauan, untuk menjaga bumi kita tetep sejuk dan nyaman, dampaknya ya buat kita2 juga. nah limbah dan sampah seperti yang tadi saya jelaskan, juga sempet disinggung juga sama temen2. Kegiatan2 simple tapi penting seperti, kompos, make tas dan tumbler yang ga sekali pake, mengurangi berbelanja yang tidak perlu, bisa menjadi hal rutin yang harus kita mulai, santai, gaada kata terlambat. karena sampah terbanyak di bumi ini adalah sampah organik, hal ini bisa jadi alternatif temen2, untuk mengurangi sampah2 organik tersebut. karena kalo bukan kita, siapa lagi? dan kalo bukan sekarang, kapan lagi? kompos ini bisa membantu temen2 juga buat menghidupkan tanaman yang tadi temen2 tanam, sambil menyelam minum air yakaan. 

saya kutip dari kompas.com. tadi juga udah disarankan oleh temen2 sebenernya 5R ini udah seriing banget kita denger yaga? cuma mungkin, belum banyak yang mengaplikasikannya insyaaAllah ini simple, dan mungkin bisa dijadikan wallpaper atau poster di kamar temen2, biar bisa menjadi kebiasaan yang terpenting adalah, jika kita sayang sama lingkungan, insyaaAllah lingkungan juga tidak tega untuk menghukum kita. Mungkin saja kejadian2 selama ini adalah bentuk protes alam kepada manusia, karena terlalu egois dan tidak peduli terhadap alam. Contoh kecilnya, jika kita menanam pohon, kita yang merasakan sejuknya. kita ga buang sampah, kita juga yang merasakan kenyamanan dan jauh dari penyakit serta banjir. dan masih banyak lagi. InsyaaAllah jika kita berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga lingkungan, lingkungan pun akan memberikan efek baik dan menguntungkan kepada kita.

Sesi Pertanyaan

  1. Bang alve mau nanya dong

Bang, menurut Abang kan tadi Sampah terbesar kita itu plastik ya? Nah apakah teknologi atau pengetahuan kita belum bisa mengolah plastik-plastik tersebut jadi sesuatu yang berguna atau setidaknya dihancurkan seluruh dzat nya? Dan misalnya sampah itu dari bahan yang sulit terurai atau bahkan gk bisa terurai+bisa ada racunnya, apakah gk peraturannya dari pemerintah dalam kebijakan yang mereka ambil? Tentu ini tanggung jawab bersama, atau kesadaran diri masing-masing, tapi klo gk dari kebijakan pemerintah yang gk tegas ya bakalan sulit juga, dinegera-negara luar ada beberapa yang sampai dipenjara atau denda ratusan juta, tapi di Indonesia? Atau sosialisanya yang kuramg dalam hal ini. Seperti nya kita masih bercanda ya dalam menangani sampah di negeri kita ini. mohon penjelasannyanya bang

Jawaban

sebenernya plastik2 ini telah menjadi sorotan pemerintah dari beberapa tahun yang lalu, bahkan di kantor sekarang tempat aku bekerja, kita punya program salah satunya PLTSa, yaitu pembangkit listrik tenaga sampah. untuk denda, di Indonesia setau saya ini masih dalam tahap pembuatan kebijakan, bahkan sudah banyak pemerintah daerah yang mulai mewacanakan untuk ini. di UU tahun 2008 kalo saya ga salah, sudah ada pembahasan tentang ini. cuma ini aspeknya masih luas banget, lebih ke pengelola sampah, importir sampah, atau orang2 yang bener2 udah jelas mengganggu kenyamanan lingkungan orang lain karna sampah yang dia bikin. bahkan kalo sampah yang kita hasilkan bisa membuat penyakit orang lain, itu bisa masuk ke pidana. setau saya untuk sampah2 yang belum begitu berpengaruh langsung di lokasi, masih belum ada aturan, kita doakan pemerintah mulai aware dengan hal ini ya, karena negara2 maju seperti Singapore, udah lama bermain kaya gini dan worth it sekali.

2. Assalammu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Kak, afwan, saya Lutfi, mau tanya disharing malam ini terkait sampah. Pertanyaannya, “Ketika membuatan EcoBrick, kita kan menggunakan sampah-sampah plastik didalam prosesnya. Nahhh, pertanyaannya bagaimana sampah-sampah plastik yg terdapat didalam botol tersebut? Lambat laun tidak mengalami busuk kah? Kan kedap udara?”Itu yaa Kakk, semoga pertanyaannya jelas. Hehe Jazaakallaah

Jawaban

mungkin ada beberapa temen2 yang belum tau tentang ecobrick. jadi ecobrick ini kaya botol gitu, diisi sampah dan biasanya dipake buat bahan baku furniture. keren nih, negara pertama yang menggunakan ini kalo gasalah Filipina. tapi sekarang udah mendunia. ini secara ngga langsung dapat memberdayakan sampah yang ada, dan mengurangi produksi sampah kita. nah masuk ke pertanyaannya, setau saya, ecobrick ini menggunakan sampah anorganik, atau non biological. kaya sampah2 plastik dsbnya, karena sampah ini diasumsikan tidak akan membusuk dan bisa bertahan lama. saya belum pernah dapet info, ecobrick yang menggunakan sampah organik, karena pasti itu dapat merusak plastiknya lama kelamaan, karena serangga dan sebagainya, serta ketahanannya juga tidak lama, jadi fungsi ecobricknya jadi tidak berjalannya. intinya, biasanya orang menggunakan sampah plastik untuk pemanfaatan ini

3. Bagaimana peran kita sebagai pemuda untuk mengatasi masalah sampah yg terjadi di lingkungan kita saat ini? Misalnya seperti di lingkungan rumah tangga, dalam hal memisahkan jenis2 sampah pun sulit dilakukan bagi masyarakat. Terlebih saat sampah diangkut oleh petugas kebersihan pun sampahnya disatukan kembali, jd sia sia jika sdh dipisahkan. Bagaimana pendapat abang akan hal tsb?

Jawaban

peran kita? secara individu tadi sudah sempet saya bahas di paparan. nah kalo untuk sekala kelompok atau organisasi, bisa dilakukan dengan inisiasi program yang berbau lingkungan, sekarang rata2 organisasi2 telah mencantumkan adanya divisi lingkungan di organisasi mereka, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. terus jika non organisasi, sekarang ada buaaanyaaaak banget komunitas2 yang bikin acara untuk lingkungan, bahkan free jika ingin bergabung di kegiatannya, mulai dari penanaman pohon, pembersihan pantai, atau gerakan2 yang sifatnya daily seperti bersepeda ke kantor, dan sebagainya. temen bisa googling atau bisa saya carikan event 2 yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan tadi. naah untuk sampah yang tidak dipisahkan, ini menjadi pertanyaan banyak orang memang. banyak tongsampah2 yang udah membagi berdasarkan jenis sampahnya kaan. tapi tetep aja ujung2nya mereka gabungin dan kaya percuma aja gitu kita memilah2nya. saya ngga bisa nyalahin siapa2 sih ini, karena emang para pengelola sampahnya mungkin belum teredukasi dengan baik. atau sistem pengambilan dan pengolahan sampahnya belum maju dan efektif. pertama saya hanya bisa menyarankan, jika kita sebagai produsen sampah, bisa mengurangi sampah yang kita hasilkan, atau memanfaatkan sampah tersebut, secara ngga langsung (mau sampahnya di gabung atau engga), sampah2 tadi dikit, dan mungkin sudah termanfaatkan oleh kita. Intinya kita benahi kitanya dulu aja, toh orang lain mau bekerja seperti apa ya masalah nanti kedua, mungkin ini bisa jadi ide buat kita, untuk bisa membantu mengedukasi atau bahkan memperingatkan pemerintah setempat (seperti RT, RW dsb) untuk bisa menjalankan sistem ini untuk jadi lebih baik, mungkin dengan mengedukasi yang ngambil sampah, atau bantu audiensi dari RW ke Pemda untuk concern ke masalah ini, ini luas banget sih, cuma bisa menjadi salah satu ikhtiar kita ketiga, kita doakan agar sistem sampah ini bisa berjalan dengan baik dan sebagaimana mestinya ;).

4 saya mau tanya.. Sekarang kan lagi boom #zerowaste sebuah gerakan positif yang sangat bermanfaat untuk lingkungan, mungkin hal itu bagi kita tak apa, tapi bagi rakyat kecil itu masalah, karena sampah itu bagi mereka adalah sumber kehidupan, sehingga pendapatan mereka makin berkurang dengan adanya gerakan ini. Nah menurut bapak sendiri zero waste itu gimana ya? Apakah dengan gerekan ini adil bagi kita semua?

sebenernya gini, kalo kita berasas dengan “rejeki sudah ada yang ngatur, tugas kita hanya usaha dan doa” semua masalah terkait ini kelar. jangan sampe kita rela untuk tidak #zerowaste karena alasan mempertimbangkan rakyat kecil. menurut saya, dengan adanya pemanfaatan sampah ini, selain bikin bumi jadi lebih baik, saya yakin bakal membuka lapangan pekerjaan juga buat banyak orang. mungkin, setelah zerowaste ini berhasil, kita bisa mengedukasi masyarakat yang tadinya (maaf kata) misalkan pemulung untuk upgrade profesi, justru ini lebih baik bukan?. misalkan kita bisa memberdayakan mereka untuk berkecimpung di PLTSa tadi, atau ada UKM yang fokus dengan ecobrick, bikin prakarya, dan sebagainya, ini mungkin bisa membuat pemasukan mereka lebih baik dari sebelumnya. intinya, jika sistem per sampah an ini baik, insyaaAllah semuanya akan berdampak baik. tinggal bagaimana next step kita sebagai masyarakat, dan tentu pemerintah, bisa melanjutkan step ini ke improving condition, artinya bisa mengupgrade profesi tadi.

closing statement

โ€œkalo bukan kita yang mulai, siapa lagi? dan kalo bukan sekarang kapan lagi?โ€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp WhatsApp Us :)